Senin pagi...
Seperti biasa nomor satu sampai di kantor... Langsung buka hp ngegame kesayangan hehe...
Tak lama satu persatu teman satu ruangan berdatangan,minus Bu Hera atasanku yang tidak masuk karena sakit, tapi Bertha-teman perempuan yang duduk bersebelahan denganku- belum datang.Sampai bel tanda apel berbunyi, dia belum datang juga. Aku menunggunya pagi ini hanya ingin melihat bagaimana reaksinya dengan berita yang disampaikan atasan kepadaku kemarin siang.
Bertha datang setelah kami selesai apel dan sudah duduk di tempat masing- masing. Dia datang dengan tergesa- gesa. Mengucap salam, menyalami kami satu - persatu, meletakkan tas kemudian menuju meja kerja Pak amri dan berkata,
" Pak berapa rekapan SPJ Gu nya?"
Pak Amri yang sedang menyiapkan laporan, bergegas mengambil kertas dan menyerahkan kepada Bertha.
" Aduh !!! kok beda? Masih selisih. Aneh deh, angka yang aku masukkan program kok tidak segitu ya?" Pekik Bertha.
Aku hanya diam memperhatikan tingkah laku Bertha.
" Wah hari ini kita harus kerja keras, SPJ GU harus selesai hari ini. Ayo pak Amri, dihitung lagi SPJ nya." lanjut Bertha lagi, sambil berjalan ke komputernya.
Mulai deh seenaknya nyuruh orang. Tugas siapa, nyuruh siapa? Ucapku dalam hati. Hmmm berarti dia sudah diberi tahu tugas yang harus dilakukan dari bu Hera kemarin.
Aku berjalan ke komputerku di sebelah Bertha yang sibuk menggumam tidak jelas sambil memandangi angka di komputernya. Aku membuka file kerjaanku untuk meneruskan laporanku kemarin.
" Aneh ya, kenapa angka ini bisa segitu? Padahal seharusnya tidak segitu. Lora, kamu tahu ga bagaimana mencari angka ini?" ucap Bertha kepadaku.
Aku menoleh kepadanya, nyengir dan berkata, " Mana aku tahu. Kan aku tidak pernah belajar programmu"
" Ya ya aku juga sudah menduga kamu akan bilang begitu."
Apaaaa!!! Seenaknya saja berkomentar, ucapku dalam hati sambil menahan masgul.
"Halo...iya maaf mengganggu...aku mau nanya...." suara Bertha sedang menelepon seseorang.
" Iya iya...oh begitu, oh iya.oke deh...makasih ya." Bertha menutup teleponnya..
"Pak Amri, sini bantuin aku neliti SPJ ini satu persatu....!!!" Bertha memberi perintah lagi kepada Pak Amri.
Ini apaan sih, hebohnya bukan maen. Itu tugas rutinnya, harusnya bisa terselesaikan dengan mudah.Tidak perlu heboh seperti itu seolah olah dia sendiri yang sibuk...ucapku dalam hati lagi.
Mesti sebentar lagi, aku juga kena tugas darinya. Kalau memang tidak bisa menyelesaikan tugasnya hari ini, kenapa tidak berterus terang pada bu Hera agar tidak diserahi tugas dari beliau. Aku mengomel dalam hati.
Keluhan - keluhan kecil terus keluar dari mulut Bertha. Aku yang membutuhkan suasana tenang untuk bekerja jadi sangat terganggu. Hp q berbunyi, sms dari bu Hera, Bagaimana kondisi kantor? Bertha sudah selesai tugasnya?
Aku beranjak keluar untuk membalas sms beliau, belum bu...masih selisih..
Bertha bilang siap menyelesaikannya, jadi harus konsekuen. Kalau tidak dibegitukan dia akan maen trus, tidak serius bekerja. Balasan dari bu Hera.
Aku tidak membalasnya. Aku kok jadi heran, kenapa juga Bertha berusaha keras menyelesaikan tugasnya hari ini hanya karena besok ada tugas dari bu Hera kepadanya. Kalau tidak mampu bilang saja kenapa. Sepertinya besok aku nih yang kena dampaknya, ditinggali pekerjaan Bertha. Tahu begini, tidak aku usulkan namanya kepada bu Hera..umpatku dalam hati.
" Mbak Lora, sini sebentar. "Suara Bu lessa, pejabat kepegawaian, memanggilku.
" Ada apa Bu?" tanyaku sambil mendekati beliau.
" Kata bu Hera, mbak Lora tidak ikut acara besok karena takut ya sama Bertha?"
Whattt....kok bisa - bisanya bu Hera berkata begitu? Kan aku tidak pernah mengatakan seperti itu..menyebalkan ini,
" Bukan begitu bu, bukannya takut tapi menjaga perasaan Bertha. Kalau saya yang ikut acara besok, dia pasti ngambek.lagi pula aku lagi flu berat, jadi tidak bisa pergi. Takut dan jaga perasaan beda kan bu?", Jelasku sambil ngeloyor pergi meninggalkan bu Lessa yang berkata, " oooo begitu"
Aku kembali ke ruangan. Bertha masih sibuk mengutak atik angka. Ketika melihatku dia berkata, " Lora aku besok diprintkan kelengkapan pengajuan GU ya...yang biasa kamu printkan".
Tu kannn aku dapat tugas juga," kenapa besok? Sekarang kenapa?"
" Belum ketemu selisihnya",Jawab Bertha..." Tapi tenang saja hari ini selesai kok."lanjutnya.
" Mbak Bertha kenapa juga harus hari ini selesai? Besok kan masih ada waktu?" Tanya pak Amri tiba tiba.
Aku menoleh kepada pak Amri yang terlihat capek meneliti berkas yang menggunung di mejanya. Kasian pak Amri disuruh Bertha habis-habisan.
" Besok itu Pak, saya ada tugas penting untuk menggantikan bu Hera pergi ke luar kota bersama pimpinan. Soalnya bu Hera kan sakit, nah pimpinan menghendaki saya yang berangkat. Semalam bu Hera bilang kepada saya lewat telepon. Makanya hari ini pekerjaan harus selesai. Huftt....memang repot ya jadi orang penting,"ucap Bertha tanpa dosa.
Aku yang mendengar ucapan Bertha rasanya ingin lempar asbak kepadanya, bohong sekali sih dia. Apa dia pikir aku tidak tahu tentang tugas besok? Pimpinan yang menyuruhnya? Hahhh...aku yang mengusulkan namamu Ber,kalau aku tidak menolak dan mengajukan namamu tidak mungkin kamu yang berangkat besok. Jadi jangan sombong dan ngarang seperti itu deh...
Terngiang kembali percakapan aku dengan bu Hera siang kemarin, lewat telepon.
" Halo Lora, sedang sibuk?" tanya bu Hera renyah
" tidak bu, sedang nonton tv saja.ada apa bu?" tanyaku heran karena tumben bu Hera telepon.
" Begini, besok selasa seharusnya saya pergi keluar kota bersama pimpinan dan rombongan, tapi ini kondisi saya kok drop dan harus istirahat total. Besok selasa kamu gantikan saya ya...?",jelas bu Hera.
Waduhhh, aku ke luar kota dengan pimpinan? Kondisiku lagi flu berat seperti ini, lagi pula kalau aku pergi pasti Bertha marah dan tidak mau bicara denganku. Kalau bu Hera tidak bisa ikut kenapa tidak bilang kepada pimpinan saja tanpa perlu ada yang menggantikan? Tanyaku dalam hati.
" halo Lora, kok malah diem. Bisa tidak?" tanya bu Hera lagi.
" Aduh bu, bukan saya melawan perintah, tapi ini saya sedang flu berat. Lagipula saya tidak enak dengan Bertha. Nanti dia mesti cemberut terus karena saya yang pergi. Kemarin saya berangkat yang ke Solo saja dia diemin saya. Bagaimana kalau Berta saja?".
" kalau Lora sedang sakit, ya mau tidak mau Bertha yang berangkat. Kamu tidak apa - apa?" bu Hera berkata.
" Tidak apa- apa bu, yang berangkat siapa saja tidak masalah bagi saya. Oh ya, tapi kalau boleh sebelum berangkat,Bertha menyelesaikan pengajuan SPJ nya dulu biar bulan ini realisasi anggarannya bagus." Usulku kepada bu Hera.
" Oh bagus itu...iya iya memang harus digitukan tu Bertha. Soalnya dari kemarin kemarin inputnya lama banget tidak selesai selesai. Makasih usulnya ya...Habis ini saya akan telepon Bertha."
Itulah peristiwa sebenarnya, jadi bukan Bapak pimpinan yang menyuruh Berta seperti yang dia katakan barusan.
Aku melihat jam tanganku, eh sudah jam 11 aku harus pulang. Hari ini aku janjian dengan dokter jam 12.
"Bertha, aku pulang duluan yaa. Ada janji dengan dokter hari ini." ucapku sambil merapikan barang barangku.
" Iya, sana kalau mau pulang. Aku seperti biasa harus lembur agar pekerjaan selesai. Biar besok bisa berangkat dengan bapak Pimpinan. Memang ya bapak Pimpinan itu selalu menyuruh aku..." ucap Berta sambil tersenyum.
" Iya aku juga sudah tahu dari kemarin siang kalau kamu mau berangkat besok menggantikan bu Hera. Kan kamu berangkat karena aku tidak bisa menggantikan bu Hera besok dan aku mengusulkan namamu pada beliau" Jawabku sambil tersenyum manis kepada Bertha yang langsung terdiam tak berkutik. Sedangkan pak Amri tertawa tertahan mendengar ucapanku.
Salam manis buatmu Bertha....