Friday, May 6, 2016

Abahku yang terhebat

Abah, begitu aku memanggilnya.Panggilan untuk Ayahku tersayang.Orang yang menjadi inspirasiku,idolaku,juga panutanku.Pokoknya Abah adalah segalanya untukku.Beliau orang yang selalu menemaniku setiap waktu, selalu ada kala aku butuh.Abah adalah andalanku.Walaupun kadang aku berselisih paham dengan Beliau tapi Abah tetap segalanya bagiku,selalu, tak akan terganti.
Begitu banyak memoriku dengan Abahku tersayang. ...mulai dari aku kecil sampai aku dewasa seperti ini. Aku mungkin tidak begitu ingat secara mendetail apa yang telah diberikan dan dilakukan beliau selama hidupku. Karena memori manusia tidak mungkin bisa mengingat setiap detik yang dijalaninya dalam tiap sendi kehidupannya.Tapi Ku berusaha mengingat tiap potongan memori yang ada di hatiku mengenai beliau dan menuangkan dalam coretan tak berarti ini.sebagai pengingat betapa sayangnya Beliau padaku.

Abahku lahir di Lubuk Sikaping Sumatera Barat sebagai anak tertua dari sembilan bersaudara ( Kalau tidak salah ).Kata ibuku, Kakekku- seorang polisi-mendidik Abah kecil dengan sangat keras.Jika Abah kecil melanggar peraturan maka bisa dipastikan rotan pasti melayang.Kata Ibu, Abah pernah hampir mati kalau tidak diselamatkan oleh nenekku.Entah bagaimana awalnya, Kakekku menaruh Abah kecil di atas papan dan menghanyutkan abah di sumpu (sungai ) dekat dengan desa Abah kecil.Arus sumpu itu biasanya deras, Alhamdullillah pas kejadian itu airnya mengalir dengan tenang, sehingga abah kecil tidak terlempar jatuh dari papan.Nenek yang mengetahui kalau abah kecil dihanyutkan segera menghadang papan itu di hulu sungai dengan sebuah kayu.Syukur alhamdullillah Abah kecil bisa selamat.Itulah mengapa Abah tidak pernah satu kalipun memukul anak – anaknya karena Abah tidak mau anak – anaknya merasakan hal yang sama dengan yang beliau rasakan ketika masih kecil dulu dan itu pulalah alasan mengapa ketika Kakek meninggal, Abah tidak menangis.
Abah adalah seorang bapak yang sangat perhatian pada keluarganya.

Hampir setiap pulang kerja, Abah selalu membawa makanan untuk aku, kakakku dan ibuku.Jika Abah membawa makanan dan salah satu dari anak-anaknya belum pulang, dia pasti tidak menyentuh makanan yang dibawanya.Beliau memperuntukkan makanan itu untuk anaknya.Kebiasaan itu masih dilakukan abah sampai sekarang. Abah sering membawakan aku makanan yang aku sukai, yaitu tahu bakso. Menurutku Abah lebih ingat makanan favorit anaknya daripada tanggal lahir anaknya hehe.
Ketika aku masih kecil aku suka sekali nonton TV sambil duduk di sarung yang dikenakan Abah dan bersandar padanya.Sering  aku melihat televisi sampai aku ketiduran.Kalau sudah begitu Abah akan membopongku ke kamarku.Aku suka kalau abah membopongku ke kamar tidurku.Karena itu ketika aku menonton TV kadang aku pura – pura tertidur agar Abah membopongku ke kamar... (Maaf ya Abahku sayang...)Tidak bermaksud untuk mengerjai Abah, tapi namanya anak kecil kan tetep ingin dimanja hehe....
Abah adalah bapak sekaligus teman bermainku. Ketika aku masih kecil, aku sering bermain bersama Beliau.Main lompat tali merupakan salah satu mainan favorit kami berdua. Dalam permainan ini aku tidak pernah memegang tali. Aku hanya melompat dan Abah yang bagian memutar salah satu talinya, sedangkan tali yang lain diikatkan pada tiang penyangga teras rumahku. (Suatu saat main lagi ya Abah...)

Bakat kenarsisanku dalam hal berfoto pun itu juga karena beliau.Abah suka sekali memotret ( tidak sebagai profesi sih ) setiap moment dalam hidupnya, termasuk anak – anaknya. Jadi ketika aku masih kecil aku sering sekali difoto abah dalam setiap kegiatanku. Mulai dari makan, maen dengan kucing-kucingku, maen dengan teman – temanku, maen dengan monyet, naek sepeda dengan kakakku,ketika aku ulang tahun,pokoknya hampir tiap moment kecilku tak lepas dari bidikan kamera Abah. Dan ketika aku sudah besar seperti sekarang ini,aku bersyukur dengan hobby Abah tersebut soalnya aku bisa melihat – lihat kembali bagaimana masa kecilku dulu. Mengenang tiap moment dalam kehidupanku ( Tq Abah)

Aku memang dekat sekali dengan Abahku, sampai-sampai tetanggaku mengatakan aku anak kesayangan Abah ( Anak Abah ).Aku tidak menyangkal hal itu,tapi walaupun aku disayang bukan berarti aku tidak pernah dimarahi.Kalau aku salah aku tetap dimarahi. Disiplin pun juga diterapkan Abah pada anak-anaknya, seperti misalnya kalau maen tidak boleh jauh – jauh.Maghrib harus ada di rumah.Aku masih ingat pertama kali aku diajari Abah membaca, aku sampai menangis dibuatnya karena kerasnya Abah dalam membimbingku. Tapi Cuma satu hari aku sudah pintar membaca hehe
Kemanapun aku pergi, aku selalu diantar oleh Abah. Ke sekolah, jalan – jalan, pergi ke museum, nonton,sampai piknik (SD ja lo ) Abah siap mengantar dan menemaniku.Istilahnya dimanapun aku pergi Abah selalu ada untukku. Ketika aku mulai besar, Abah masih setia mengantarku di saat aku butuh..tapi sekarang sudah berkurang porsinya karena sudah ada kakakku yang mengantarku.Waktu aku mulai memasuki dunia kerja, aku pun masih diantar oleh Abah ke kantor.Eits, bukan masalah manjanya kawan, ini karena motornya Cuma satu.Daripada cuma nongkrong di kantor mendingan dipakai Abah pergi kemana yang Beliau mau,soalnya ketika aku kerja, Abah sudah pensiun.Untuk beli motor lagi, agak sulit karena kami bukan orang yang kaya, kami hanya keluarga sederhana.

Moment yanga paling aku suka adalah saat aku diboncengkan Abah dengan Shogun tuanya.Soalnya biasanya pas moment itu kita bisa saling share.Aku paling suka kalau Abah bercerita tentang masa mudanya. Masa muda abah penuh dengan perjuangan.Pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan dan halal pasti beliau kerjakan.Beliau pernah bekerja sebagai tukang tambal ban dan  kuli bangunan, tapi beliau tidak pernah mengeluh.Yang penting baginya adalah kerja untuk memperoleh uang yang halal.
Suatu ketika adik kakekku ( aku memanggilnya opa ) mengajak abah muda yang masih bekerja serabutan untuk merantau ke Jakarta dan bekerja di tempat Opa memimpin.Tentu saja abah tidak menyia – nyiakan kesempatan ini. Beliau menerima tawaran opa.Maka dimulailah kehidupan abah di tanah rantau.Abah bekerja dari pagi sampai sore. Setelah pulang dari bekerja, Abah langsung membereskan pekerjaan rumah tangga.Namanya tinggal di rumah orang lain harus rajin bekerja, jangan bermalas-malasan.Ibaratnya cuci piring biar dapat nasi 1 piring ( salah satu pesan abah yang selalu ku ingat )..
Abah akhirnya dipindahtugaskan ke Semarang, mengabdi di kota itu sampai beliau pensiun.Di Semarang abah memulai hidup dari nol. Dari tidak punya rumah sampai mampu membangun rumah. Abah membangun rumah bertahap.Aku masih punya foto ketika rumahku hanya bertutupkan papan – papan saja, berlantai tanah.Walau hidup sederhana kami sekeluarga bahagia.Alhamdullillah sekarang rumah kami sudah sesuai dengan standar sebuah rumah. Walau tidak bagus tapi lumayan buat berteduh. ( Proud dengan perjuanganmu Abahku sayang ).

Aku sangat menyayangi abahku, aku ingin membahagiakan kedua orangtuaku.Aku ingin memberikan sesuatu yang beliau sangat inginkan dari anak-anaknya terutama dariku. Abah pernah mengatakan ingin melihat aku menjadi Pegawai Negeri Sipil.Ketika mengantarku berangkat kerja di swasta dulu abah pernah mengatakan kalau ada berkah untukku moga – moga aku bisa jadi PNS.Karena itulah setiap ada lowongan untuk menjadi PNS, aku pasti mencobanya.Dua kali aku mencoba ujian PNS, tapi masih gagal.Kulihat abah sangat sedih mendengar kegagalanku, tapi beliau berusaha untuk tidak memperlihatkan didepanku karena beliau tahu aku juga kecewa. Kusedih melihat beliau sedih.Kemudian aku mencoba lagi ujian PNS di kota yang terkenal dengan candinya (heritage of world/warisan budaya dunia). Kali ini aku belajar dengan sungguh – sungguh. Tiap saat pegang buku.aku ingin berhasil kali ini, karena aku ingin memberikan ini untuk hadiah ulang tahun Abah. Sebelum pengumuman aku berdoa kepada Allah “ Ya Allah aku mohon kepadamu agar kali ini aku bisa membawa kabar gembira untuk kedua orangtuaku, terutama untuk Abahku. Jangan biarkan aku membawa kabar sedih untuknya”

                Alhamdullillah, doaku dijabah Allah.Aku berhasil menjadi CPNS sesuai dengan keinginan Abah, tak terkira betapa bahagianya diriku. Abah begitu senang dan terharu melihat keberhasilanku. Abah, aku belum bisa membahagiakanmu..aku belum bisa membalas jasa – jasamu.. hanya hasil pengumuman ujian ini yang bisa aku berikan untuk Abah, sebagai kado untuk ultah Abah. Moga – moga ini bisa sedikit membahagiakan Abah, doakan anakmu ini bisa selalu sukses dan bisa membahagiakan Abah dan Mami.

#Tulisan ini aku buat setahun sebelum abah meninggal menjelang ulang tahun beliau....😔😔
Sekarang hanya bisa mengingat beliau lewat tulisan

The first day i wearing hijab

22 Maret 2011
       Bismillahirohmanirrohimmm...Aku ucapkan kalimat itu untuk mengawali hari ini...hari spesial bagiku.Bukan kawan,hari ini bukan ultahku.hari jadianku?bukan juga.Hari jadi kota Mungkid? Kalau itu, Iya benar.ini memang hari jadi Kota Mungkid-Kab.Magelang ( well if you don’t know kota Mungkid,perhaps you know Borobudur temple) tempat aku mendapatkan suatu berkah yang tak terkira dari Allah.Tapi bukan itu saja yang membuat hari ini menjadi spesial.Hari ini spesial karena tepat hari ini aku mencoba sesuatu yang seharusnya sudah ku lakukan sejak dahulu..aku memutuskan berjilbab
       Kenapa...Why.. berjilbab? Dan kenapa baru sekarang? terus terang aku bingung kalau ditanya seperti itu.Sebentar...coba ku ingat – ingat.....hhhmmmm tetap saja aku tidak menemukan jawabannya.Aku hanya bisa menjawab mungkin ini ( dan semoga ) hidayah dari Allah untukku yang datang tiba – tiba padaku.
Tadinya tidak ada bayangan ingin berjilbab,makanya beli baju pun masih yang “you can see”. Dulu memang ada keinginan untuk itu, tetapi kemudian hilang begitu saja.Tidak tahu mengapa ketika masuk bulan maret ini ketika aku mulai rajin membaca buku – buku tentang Islam ( yang ringan tapi ya ) keinginan itu tiba-tiba datang.Saat itu tiba – tiba saja aku ingat bahwa dulu ketika masih bekerja di salah satu instansi di kota Semarang aku ingin bekerja yang memperbolehkan aku untuk berjilbab.Tahu sendiri kawan, banyak instansi yang melarang karyawatinya untuk berjilbab,begitu juga dengan instansiku. Nah sekarang ketika Allah memberiku pekerjaan yang memudahkan aku untuk berjilbab kenapa tidak ku penuhi niatku itu?
Ketika niat itu datang dan makin hari makin kuat, aku berdoa kepada Allah, “Ya Illahi, aku ingin berjilbab.Tidak tahu kenapa rasa ini datang dengan kuat.Aku mohon mantabkan hatiku untuk itu dan mudahkan jalanku menuju ke sana”.Kupanjatkan doa itu dalam tiap ibadahku..dan semakin hari hatiku semakin mantab.Ada saja petunjuk yang mengarahkan aku untuk berjilbab.Di facebook kutemukan note tentang seorang perempuan yang koma.Dalam komanya dia menjerit-njerit seperti manahan sakit yng tiada terperi.Kita yang mendengarkan seakan ikut merasakan siksaan yang diderita wanita itu..Kejadian itu terus – menerus terjadi samapi berhari-hari. Setelah terus – menerus menjerit-njerit dia sadar. Ketika sadar, dia bercerita bahwa dia dibawa ke neraka yang panasnya tak terbayangkan dan rambutnya diikat dengan bara api yang panasnya terasa sampai ujung kaki,hingga ingin lari melepaskan diri dari ikatan itu.Dia mengatakan kalau siksaan itu diberikan kepadanya karena di dunia ini dia tidak berjilbab.padahal ketika satu helai rambut kita dilihat 1 orang pria maka 10 dosa akan kita dapatkan...Tinggal kalikan saja kawan, dengan berapa helai jumlah rambut kita.Ah aku tidak akan bercerita panjang lebar tentang dosa – dosa itu karena pengetahuanku tentang Islam baru seujung kuku.
Makin hari  dorongan untuk berjilbab itu semakin kuat,akhirnya aku memutuskan untuk berjilbab. Aku mencari tanggal yang tepat untuk memulai berjilbab karena Aku ingin hari spesialku bertepatan dengan sesuatu yang spesial pula.agar nanti bisa kuingat kalau tanggal ini aku mulai berjilbab.Well bulan ini aku tidak melihat ada hari yang spesial bagiku. Ultahku bulan Desember, aduh kelamaan.Aduhhh tanggal berapa ya....????
Gegap gempita di lingkungan kantorku tejadi.Rupanya kota Mungkid berulang tahun tanggal 22 Maret.Aha, kenapa tidak pas tanggal itu aku berjilbab.Kan ini kotaku yang baru...saksi bisu perjuanganku mencari rejeki di tanah rantau.Akhirnya,Aku mantab memilih tanggal itu sebagai hari spesialku..Moga – moga bisa sesuai jadwal...Selain tanggal itu aku sudah menyiapkan tanggal lagi yaitu tanggal 15 April,hari ultah Abahku, tapi aku berharap sekali kalau bisa tanggal 22 maret itu.Moga – moga dimudahkan jalan menuju kesana.
Aku bercerita kepada orangtuaku dan teman – teman dekatku tentang keinginan untuk berjilbab.Alhamdullillah mereka mendukung sekali..Aku berpikir kalau keluarga dan teman – teman mendukung kenapa tidak melakukannya?Masalahnya, sekarang aku belum punya seragam yang panjang untuk ke kantor.Untuk membelinya aku butuh biaya,padahal aku bukan orang kaya.Aku berdoa pada Allah agar aku bisa mendapat jalan untuk mendapatkan perlengkapan buat berjilbab.Syukurku ya Allah, ketika tahu aku akan berjilbab ada kawan yang memberiku seragam (makasih kawan ).Terus, tiba – tiba ide untuk minta seragam pada tanteku muncul.Padahal dari dulu ide seperti itu tidak pernah terpikirkan olehku.hmmmm mungkin ini kemudahan yang diberikan Allah kepadaku.Akhirnya aku minta seragam Tanteku yang sudah tidak terpakai..Aku tidak malu memakai baju bekas, karena prinsipku itu halal.Aku memperbaiki seragam – seragam itu agar muat di tubuhku.Aku harus cepat karena tanggal 22 semakin dekat
Allah emang baek, dia memberi jalan kepadaku.Penjahit yang terkenal lama dalam menyelesaikan jahitan ternyata bisa menyelesaikan seragamku dengan cepat dan dengan ongkos yang terjangkau olehku.Seragam beres, sekarang tinggal beli kerudungnya.Ya Allah darimana dananya?lagi – lagi Allah memberi jalan,aku dapat honor dari kantor. Padahal biasanya tidak.Kemudian Tanteku dari Sumatera sms mengatakan aku ingin jilbab apa ntar akan dikirimkan.Ternyata Ibuku memberitahu Tanteku kalau aku ingin berjilbab, kemudian tanteku menawarkan jilbab untukku.Alhamdullillah semakin mudah saja jalan menuju kesana.
Sebelum tanggal 22, sebenarnya aku sudah mulai mengenakan jilbab.Yaitu ketika acara makan – makan ultah temenku dan jalan – jalan ke Jogja berburu jilbab. Ketika teman – teman melihat aku berjilbab ( pertama kali ) di acara ultah temanku,mereka senang melihatnya, banyak tanggapan positif aku dapatkan walaupun ada beberapa kata sumbang juga yang sempat menjatuhkan semangatku.Tapi Alhamdullillah semangatku bangkit lagi.Ketika berburu jilbab di Jogja, aku mengenakan jilbab. Ketika itu aku merasa nyaman dan aman.Aku merasa orang-orang lebih menghormati aku.Ntahlah kalau itu hanya perasaanku saja.Tapi memang benar aku merasakan itu.
Niat berjilbab makin mantab saja...apalagi seorang teman di kantorku mulai berjilbab tanggal 14 kemarin dan teman di kantor menyambut positif hal itu.Ya Allah semua hal yang kubutuhkan buat mulai melangkah sudah lengkap walaupun belum sempurna. Sekarang tinggal menunggu tanggal 22 Maret itu...
Hari ini saatnya telah tiba, saat untuk mulai melangkah medekat kepada-Mu. Sekali lagi ku ucapkan Bismillah untuk mulai melangkah. Ya Allah aku tahu aku tidak sempurna.Aku berjilbab bukan karena aku sempurna.Agamaku jauh dibawah orang-orang,dengan jilbab ini aku berusaha lebih baek lagi..berusaha ya Allah bertahap..tolong bantu aku menjaga jilbabku ya Allah karena aku tahu tidak selamanya akan mulus tapi aku tahu Engkau selalu menemaniku.Moga – moga ketika ada suara sumbang aku bisa mengingat pesan dari sahabatku yang mengatakan “ Kalau ada kata – kata sumbang jangan dengarkan.dia belum tentu lebih baek dari kita.Jadikan jilbab ini untuk belajar menjaga akhlak kita.Jadikan Jilbab itu sebagai rasa malu kita.”
Ya Allah sucikan niatku berjilbab karena Engkau dan Nabimu, jangan sampai aku mengotori niatku dengan niat yang lain. Bimbing aku selalu ya Robbi agar aku lebih baek lagi. Bantu aku agar aku bisa mempertahankan jilbabku sampai akhir hayatku ya Allah. Lindungi aku ya Allah agar aku bisa menghadapi setiap pandangan sinis terhadapku.Bantu aku ya Allah agar aku bisa menjadikan setiap cobaan sebagai tempaan bagi imanku ya Robbi. Berkahi hari ini dan seterusnya ya Allah, Aminnnnnn