"Mbak Ira besok seminggu diklat ya....di jogja,diklat acrual!!! Wuih pusing itu ya???"
Atasanku berseru menyampaikan surat undangan dari BKD.
Aku yang sedang di depan komputer kaget...Dalam hati mengumpat haduhhhh diklat akuntansi acrual? aduh mana mampu aku....
Atasanku berseru menyampaikan surat undangan dari BKD.
Aku yang sedang di depan komputer kaget...Dalam hati mengumpat haduhhhh diklat akuntansi acrual? aduh mana mampu aku....
"oh ya Bu,mana undangannya!"aku berkata dengan bersemangat karena aku tidak mau beliau tau aku "nervous".Aku yakin beliau heran kenapa aku malah bersemangat mendengar berita itu.Harusnya kan aku mengeluh karena diklat menurut beliau itu pusing pelajarannya, ngantuk dengar dosennya.
Aku membaca dengan seksama surat dari BKD tersebut. Disitu disebut kalau tiap skpd dimohon mengirimkan petugas akuntansi untuk diklat acrual di jogja. Jadi aku tidak bisa protes kenapa yang disuruh ikut itu aku? Kenapa bukan atasanku saja yang berangkat, kan beliau yang seharusnya harus lebih tau tentang acrual dibandingkan aku.
"Wah asyik diklat, refreshing plus wisata kuliner nih."ucapku
"Wah asyik diklat, refreshing plus wisata kuliner nih."ucapku
"Eh mana sempat wisata kuliner? Kan malam ada pembelajaran juga!" sahut atasanku..pokoknya kalau diklat itu ngantuk plus bosan mbak..."
Ih ibu, kok malah membuat bawahannya tidak nyaman sihh,ucapku dalam hati.."Ah tidak usah pusing bu, pelajaran nomor sekian,yang penting makan enak terus,asyikkk...."seruku kegirangan..Atasanku hanya bisa melongo..
"Mbak aku tidak pede ikut diklat acrual besok di jogja"curhatku pada sahabatku,Mbak Mira,ketika aku meminjam baju seragam hitam putihnya."Kok tidak pede? Kan mbak ira menguasai akuntansi."
"Aduh mbak, menguasai bagaimana?Kan selama ini akuntansi pake program. Tinggal klik jadi. La kalau diklat kan manual, harus mengerti jurnalnya. Itu yang buat aku tidak nyaman. Ditambah lagi semuanya mesti pinter pinter.Haduhhhh...."
" Ih mbak ira, tenang saja. tidak usah dipikirin. Diklat itu diadakan untuk meningkatkan kemampuan PNS. Biar PNS nya pintar. Kalau sudah pintar buat apa disuruh ikut diklat. Dianggap refreshing saja mbak, lumayan buat libur dari kerjaan. Diklat itu enak lo, makan terjamin, bisa maen juga..Dinikmati saja." Ujar mbak Mira.
Kata kata mbak Mira masuk di hatiku. "Iya betul juga ya Mbak, bebas dari kerjaan...lagipula kenapa dipikirin banget, kan kalau tidak lulus pun tidak ada yang marah. Makasih ya Mbak nasehatnya..." Aku kembali ke kontrakanku untuk menyiapkan keberangkatanku besok.
Dan ternyata apa yang dikatakan Mbak Mira itu benar. Diklat itu menyenangkan..Makanan enak dan snack tersaji secara teratur. Bertemu dan mengenal lebih dekat orang yang tadinya sama sekali tidak kenal. Yang tadinya teman sekarang jadi saudara. Bisa jalan-jalan melihat -lihat kota. Tempat diklat yang aku pikir menyeramkan,kotor, satu kamar sesak oleh orang ternyata seperti hotel. Bersih, rapi, full ac , dan tidak perlu berdesakan karena satu kamar diisi dua orang. Yang aku merasa tidak paham pelajarannya ternyata tidak juga. Aku bisa mengikuti materi dengan lumayan baik.
So jangan percaya kalo diklat itu menakutkan, justru sebaliknya sangat menyenangkan. Jadi kalau ada yang menyuruh ikut diklat santai saja plus nikmati. Pegang prinsip diklat itu yang penting main,foto-foto...urusan pelajaran belakangan...(bukan mengajari yang jelek, tapi mengajari buat having fun).

No comments:
Post a Comment